Selasa, 03 Agustus 2010

Freemason dan Gagasan Pluralisme Agama Oleh: Adnin Armas, M.A.

Faham bahwa pada intinya semua agama sama tidak terlepas dari pengaruh Freemason.
Awalnya bermula ketika pengikut Freemason membentuk gerakan The Theosophical
Society. Dalam perkembangannya, The Theosophical Society ikut menyumbang bagi
terwujudnya hikmah abadi (Sophia perennis). Pemikiran para tokoh Sophia perennis
seperti Rene Guénon dan Frithjof Schuon tidak terlepas dari ajaran dalam Freemason.
Freemason dan Teosofi
Freemason adalah sistem moral khusus, ditutupi dengan kiasan serta diilustrasikan
dengan simbol-simbol.1 Para sejarawan dari kalangan Freemason berpendapat paling
tidak terdapat 3 teori yang menjelaskan sebab-musabab munculnya Freemason. Pertama,
Freemason muncul sangat lama sekali seiring dengan klaim ritual Freemason itu sendiri,
yaitu ketika Raja Salomo mendirikan Bait Suci dan Freemason sampai kepada kita
sehingga kini sekalipun mekanismenya tidak diketahui. Kedua, Freemason adalah hasil
dari karya para pembuat bangunan pada zaman pertengahan. Ketiga, ritual Freemason
berasal dari Laskar Kristus yang menjaga Bait Suci Salomo (King Solomon’s Temple)
atau dikenal juga sebagai Ksatria Bait Suci (Knight Templar).2
        Freemason telah tersebar di benua Eropa. Salah satu fakta awal yang tertulis
menunjukkan bahwa cabang Freemason telah ada di Inggris pada tahun 1641. Robert
Moray, salah seorang keluarga raja (Royal family), telah masuk menjadi anggota
Freemason di Edinburgh pada tanggal 20 Mei 1641. Selain itu, Elias Ashmole, masih
dalam lingkungan keluarga Raja Inggris, menulis dalam buku diarinya bahwa ia telah
menjadi anggota Freemason di Lancashsire, pada tanggal 16 Oktober 1646.3
        Babak baru perkembangan Freemason adalah pada tanggal 24 Juni 1717.
Sebabnya, pada tanggal tersebut Freemason telah menjadi organisasi Nasional dengan
didirikannya Grand Lodge of England, yang merupakan gabungan dari 4 cabang

Tidak ada komentar:

Posting Komentar